Akun Facebook Mau Tetap Aman? Hapus 9 Data Ini!

Oleh: Acep

Dengan miliaran jumlah pengguna di seluruh dunia, Facebook adalah media sosial paling berpengaruh di dunia.

Namun, sekuat apa pun itu, ada saja risiko di baliknya. Begitu pun pada Facebook, skandal penambahan data pribadi oleh firma konsultan publik Cambridge Analytica, telah membuat penggunanya khawatir terhadap data yang mereka cantumkan.

Mengutip dari indy100.co.uk pada Selasa, 10/4/2018, Skandal Cambridge Analytica telah menyebabkan banyak orang mempertanyakan peran yang dimainkan Facebook dalam hidup mereka.

Prihatin tentang keamanan data pribadi, beberapa pengguna memutuskan untuk hapus akun Facebook mereka.

Jika Anda belum benar-benar siap “berpisah” dengan Facebook, namun tetap menuntut keamanan data pribadi, maka sebaiknya hapuslah sembilan hal berikut.

“LEBIH BAIK MENJADI SEORANG PEMALU DI FACEBOOK”

1. Tanggal Ulang Tahun

Tanggal kelahiran atau ulang tahun, adalah salah satu teka-teki penting yang kerap dikaitkan dengan keamanan data pribadi.

Dari ulang tahun yang dipublikasikan secara terbuka di Facebook, bisa jadi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab digunakan untuk mengakses rekening bank, atau data-data penting lainnya.

2. Nomor Ponsel

Skenario terbaik di sini adalah mendapatkan pengagum rahasia.

Skenario terburuk?

Seorang penguntit yang akan mengirim teror tanpa henti.

3. Jumlah Teman

Profesor psikologi dari Universitas Oxford, Robin Dunbar, berteori bahwa manusia dapat mempertahankan sekitar 150 hubungan yang stabil.

Setelah melihat 3.375 pengguna Facebook, Dunbar menemukan bahwa 4,1% dapat diandalkan, 13,6% menunjukkan simpati selama “krisis emosional”.

Jadi, tidak masalah jika di Facebook hanya memiliki sedikit jumlah teman, dibandingkan ratusan, bahkan ribuan, namun tidak pernah peduli dengan kita.

HINDARI UNGGAHAN PENGUNDANG BAHAYA!”

4. Foto Konyol

Victoria Nash, direktur pelaksana Oxford Internet Institute, mengajukan pertanyaan yang sangat bagus tentang masalah ini, dan ini berkaitan dengan persetujuan:

Jenis informasi apa yang ingin anak-anak lihat tentang diri mereka secara online di kemudian hari?

Generasi sebelumnya tidak pernah merasa perlu mempertimbangkan ini, tetapi munculnya internet dan media sosial telah menjadikan pertanyaan ini penting untuk dipahami.

Anda tentu tidak ingin memberikan impresi buruk terhadap anak cucu kelak dengan foto-foto “super aneh” yang Anda unggah di Facebook.

5. Foto Pemicu Predator Seksual Anak

Menurut NSPCC, lembaga pengawasan anak di Inggris, jumlah pelanggaran seksual yang tercatat telah meningkat selama setahun terakhir.

Laporan itu mengatakan:

Polisi menyatat 36.429 pelanggaran seksual terhadap anak-anak di Inggris pada tahun 2013/2014… di Inggris, Wales, Skotlandia, dan Irlandia Utara. Itu adalah pelanggaran seksual tertinggi terhadap anak-anak dalam satu dekade terakhir, yang salah satunya berasal dari perburuan foto di media sosial.

6. Penanda Lokasi

Fitur penanda lokasi hanya ada di perangkat Android dan iPhone.

Pada tahun 2005, TechCrunch melaporkan bahwa lebih dari 500 juta pengguna internet mengakses Facebook hanya dari ponsel mereka, yang berarti bahwa nomor yang sama memiliki potensi untuk menyiarkan lokasi mereka secara online.

Hal itu berisiko membuat siapa saja yang mungkin, atau ingin membahayakan Anda, sekarang tahu di mana Anda berada.

“NIKMATI KEBAHAGIAAN ANDA SENDIRI”

7. Lokasi Berlibur

Menurut banyak situs pengelola leuangan di internet, menyebut penanda lokasi seseorang berlibur, memberi peluang ‘perampok’ menyasar target korbannya.

Pelancong yang dirampok saat sedang berlibur mungkin tidak mendapatkan klaim asuransi, jika mereka mengunggah rencana liburan di media sosial. jelas, itu adalah kerugian berlipat!

8. Foto Boarding Pass

Mengambil foto boarding pass Anda seringkali merupakan cara untuk membual tentang liburan Anda.

Barcode pada boarding pass yang berkarakter unik, dapat digunakan untuk melacak informasi penting seputar penerbangan, atau perjalanan lainnya.

Namun, jika ini sampa di tangan yang tidak bertanggungjawab, maka akan berisiko menjadikannya sebagai target scamming, yang kini kian canggih dengan bantuan teknologi.

9. Rincian Data Kartu Kredit

Jangan pernah lakukan hal ini, karena bukanlah ide yang baik! Anda sama saja mempersilahkan pencuri untuk memindahkan manfaat kartu kredit ke akun miliknya, namun tetap Anda yang akan membayar semua beban tagihannya.

Demikian, semoga bermanfaat dan menginsfirasi!

Sumber:

Liputan6.com

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s