Diperbaharui atau Diperbarui, Mana yang Tepat?

Pernah suatu ketika, ada rekan kerja yang sedang memberikan materi belajar tambahan (Less) kepada anak didiknya. Materi yang disampaikan adalah tentang Sumber Daya Alam.

Secara kebetulan, karena ada keperluan, saya menemui di ruang kelasnya.

Ketika itu, sedang tampil seorang peserta didik di depan kelas yang tengah menyampaikan hasil pekerjaannya. Sementara yang lain menyimaknya.

Adapun di antara kalimat yang dibacakan anak adalah:

“Berikut ini Sumber Daya Alam yang dapat diperbaharui adalah…”

Seketika itu pula, rekan kerja saya meminta kepada anak didik tadi untuk berhenti sejenak. Lalu ia mengatakan:

“Kepada kalian yang memperhatikan penampilan rekan kita. Barusan ia katakan diperbaharui.

Menurut kalian, apakah kata yang diucapkan teman kita ini tepat atau tidak? Coba silakan berikan tanggapannya…!”

Kemudian sejumlah anak mengacungkan tangan dan menyampaikan tanggapannya. Pertanyaan tersebut disampaikan oleh guru secara terbuka/klasikal.

Setelah memperoleh sejumlah jawaban yang beragam dari beberapa anak, maka sang Guru pun menyampaikan hal berikut untuk meluruskan pendapat anak:

“Ya, terima kasih! Semua jawaban kalian barusan adalah hampir tepat, bahkan ada sebagian yang tepat. Adapun yang salah, adalah mereka yang tidak menjawab. Baiklah, mari kita bahas!

Di dalam tata bahasa Indonesia ada yang disebut Imbuhan, ada juga yang disebut Kata Depan.

Imbuhan itu banyak ragamnya, antara lain:

me-, di-, ter-, ber-, dan sebagainya.

Umumnya Imbuhan diikuti oleh Kata Kerja sebagai Kata Dasar.

Aturan dalam penulisan Imbuhan itu harus disatukan dengan kata dasarnya. Sedangkan dalam penulisan Kata Depan adalah harus dipisahkan.

Contoh Kata Kerja: baca, beli, bayar, tulis, makan, dan sebagainya. Itu adalah sebagai Kata Dasarnya.

Selain diikuti Kata Kerja, Imbuhan juga bisa oleh yang lain, seperti kata yang menerangkan waktu atau suatu keadaan, misal:

baru, lama, dan sebagainya.

Contoh dalam kalimat:

Imbuhan di- dengan kata dasarnya:

a) dibeli (kata dasar: beli)

Jeruk dibeli Ibu dari pasar.

b) dibayar (kata dasar: bayar)

Ongkos bis dibayar oleh ayah.

Imbuhan juga dibedakan menjadi 3 (tiga), yaitu: awalan, sisipan dan akhiran.

Adapun contoh-contoh yang tadi disebut adalah imbuhan jenis awalan.

Sekarang, contoh imbuhan yang ada awalan dan akhiran.

Misal yang dikatakan oleh teman kita, yaitu diperbaharui.

Mari kita telaah!

D I P E R B A H A R U I

D I P E R B A R U I

Imbuhannya adalah awalan di– dan per– serta akhiran –i, sedangkan kata dasarnya adalah “baru“.

Jika diperbaharui, maka Kata Dasarnya adalah baharu.

Menurut kalian, ada tidak kata dasar “baharu”?

Jelas tidak ada!

Nah, jadi, kesimpulannya:

kata yang tepat adalah diperbarui bukan diperbaharui.

Mengapa demikian?

Karena tidak ada kata dasar baharu. Namun yang ada adalah kata dasar baru…”

Demikian, terima kasih.

Narasumber:

Drs. Apip Setiadi

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s