Tips Deteksi Kandungan Boraks dan Formalin pada Makanan serta Cara Menetralkannya Kembali

Gencarnya berbagai razia rutin yang dilakukan oleh BP-POM terhadap sejumlah pasar, menghasilkan banyak temuan makanan yang mengandung Formalin ataupun Boraks.
Semua upaya tersebut dilakukan, tiada lain guna melindungi konsumen dari asupan berbagai makanan yang dibeli dan ternyata mengandung zat pengawet berbahaya seperti Boraks dan Formalin.

Mie dan Bakso adalah diantara makanan yang biasa dirazia.
Sebagai konsumen, tidak semua paham untuk membedakan antara makanan yang mengandung pengawet berbahaya dengan makanan yang aman untuk dikonsumsi.
Berikut ini, saya sajikan sekilas tips untuk mendeteksi apakah dalam makanan itu terkandung Boraks-Formalin ataukah tidak.

Langkah pertama, siapkan tusuk gigi, kunyit dan tentunya makanan yang akan dites (misal: Bakso).
Kunyit diiris kasar lalu baluri tusuk gigi dengan kunyit. Selanjutnya, bakso ditusuk dengan tusuk gigi (yang telah dilumuri kunyit) dan diamkan selama 5 detik. Lalu cabut, dan perhatikan! Apakah warna kuning pada tusuk gigi berubah menjadi agak violet ataukah tetap?
Jika berubah menjadi agak violet, maka dapat dipastikan bahwa makanan tersebut mengandung Boraks ataupun Formalin.
Namun, jika warna kuning pada tusuk gigi tadi tetap seperti semula (tidak berubah warna), maka dapat dipastikan bahwa makanan yang dites tadi adalah aman untuk dikonsumsi.

Bagaimanakah Cara Menghilangkah Kandungan Boraks atau Formalin pada Makanan?

Siapkan garam 1 sendok makan dan air pelarut secukupnya. Lalu panaskan (rebus) makanan yang akan dinetralkan kandungan zat pengawetnya dengan air pelarut tadi. Setelah itu, lakukan tes seperti di atas.

Tips ini telah diuji di sebuah Laboratorium bersama seorang peneliti ahli gizi. Ia pun mengatakan, bahwa kunyit mampu mendeteksi adanya kandungan Boraks ataupun Formalin dalam makanan, karena kunyit mengandung zat aktif … (lupa lagi nama zat aktifnya, mau diingat-ingat dulu. Maaf!).

Demikian, semoga bermanfaat dan menginsfirasi.

Sumber:
Fokus Sore Indosiar, Ahad, 27/3/2016

Advertisements