Hal yang Sebagian Orang Keliru Memahaminya Tentang Ibadah Jum’at

Sebelumnya, ada sebuah pertanyaan sederhana.

Pernahkah Anda melihat orang yang terlambat tiba ke mesjid tempat berlangsungnya ibadah Jum’at? Seperti ketika Khatib telah mulai Khotbah Jum’at Pertama, lantas orang yang terlambat tersebut langsung melakukan Shalat Sunat (shalat Tahiyyatul Masjid ataupun shalat Syuqrul Wudhu) padahal Khutbah Jum’at tengah berlangsung.
Kalaupun pernah, 2 poin berikut adalah pertanyaan lanjutannya?

1. Bagaimakah hukum melaksanakan Shalat Tahiyyatul Masjid ataupun Shalat Syuqrul Wudhu?

2. Bagaimanakah hukum mengikuti Khutbah Jum’at?

Sekedar untuk kita ingat, hukum melaksanakan shalat Tahiyyatul Masjid maupun shalat Syuqrul Wudhu adalah Sunnah. Sedangkan Khotbah Jum’at adalah wajib diikuti dan memastikan diri untuk tetap mengikutinya dengan khidmat, agar terhindar dari Lagha.

Apa itu Lagha?
Secara sederhana, Lagha dapat diartikan sebatas bebas diri (dari dosa) karena telah melaksanakan kewajiban, namun tidak memperoleh pahala dan fadhol (keutamaan) atas ibadah tersebut.

Adapun ibadah Jum’at, adalah merupakan ibadah “pengganti” Shalat Dzuhur. Di mana, jumlah raka’at dalam Shalat Dzuhur adalah 4. Sehingga, dalam ibadah Jum’at terdapat 2 Khotbah (Khotbah Pertama dan Khotbah Kedua) sebagai pengganti 2 dari 4 raka’at dalam Shalat Dzuhur, serta setelah itu dilanjutkan dengan 2 raka’at Shalat Jum’at. Equivalen tetap menjadi 4 raka’at.

Apa sajakah Rukun dalam Khotbah Jum’at?

Yang wajib Jemaah dengar dari Khatib sebagai Rukun Khotbah Jum’at adalah bacaan:

Syahadatain, Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, Berwasiat untuk Taqwa, Ayat al-Qur’an serta Mendo’akan Muslimin-Muslimat.

Semua Rukun Khotbah tersebut wajib terdengar secara jelas dan fasih selama Khotbah Jum’at berlangsung, mininal oleh 40 orang Jemaah Muqimin (penduduk asli mumayyiz yang tinggal menetap di wiliyah sekitar masjid tersebut)

KESIMPULAN:
Jika terlambat ke tempat Jum’atan dan tengah berlangsung Khotbah Jum’at, adalah lebih baik langsung duduk dan mengikuti Khotbah Jum’at tanpa melakukan Shalat Sunnah Tahiyyatul Masjid maupun Shalat Syuqrul Wudhu terlebih dahulu.

Demikian, semoga bermanfaat.

Advertisements