Cara Pengurusan Hilang STNK

Adakah di antara Anda yang pernah mengalami hilang STNK?
Jika ada, kemudian Anda bermaksud mengurusnya sendiri agar memperoleh duplikat STNK, semoga dapat menjadi pengalaman berharga. Namun, bagi yang belum, waduh! Jangan deh tuh sampai menimpa. Oleh karenanya, simpan baik-baik tuh STNK! Dan pastikan setiap kali berkendara, tuh STNK posisi aman dari kemungkinan buruk seperti terjatuh atau lupa tertinggal di tempat umum!

Berikut ini akan saya ulas sedikit dari pengalaman sahabat saya yang baru saja kehilangan STNK lalu mengurusnya sendiri.

Ada beberapa hal yang mesti diperhatikan jika mengalami kejadian hilang STNK, antara lain segeralah urus dan jangan ditunda-tunda lagi menunggu waktu senggang!
Mengapa demikian?
Khawatir jika terjadi hal yang tidak diinginkan, seperti disalahgunakan oleh pihak yang tak bertanggung jawab. Intinya, lebih cepat diurus, lebih baik!

Selanjutnya, dalam mengurus STNK hilang, ada sejumlah yang mesti ditempuh, yaitu:

A. STNK hilang, dan BPKB belum ada di tangan (masih di Leasing atau dijadikan agunan kredit ke Bank.

Langkah-langkah pengurusannya:

1) Minta Surat Keterangan/Pengantar dari Leasing/Bank, berikut photo copy BPKB-nya.

2) Bawa langsung kendaraan (yang hilang tsb.) ke SAMSAT untuk Cek Fisik (gesek Nomor Seri Rangka & Mesin)

3) Bawa Surat Pengantar dari Leasing/Bank & Hasil Cek Fisik ke Polres untuk pembuatan Berita Acara Kehilangan STNK.

4) Bawa berkas tadi (setelah masing-masing diphoto copy) ke Kantor Surat Kabar regional untuk diterbitkan Iklan/Pemberitahuan Kehilangan STNK berikut rinciannya.

5) Jika esok harinya iklan kehilangan tsb. sudah dimuat di surat kabar tadi, gunting iklan tsb, lalu lampirkan bersama berkas laporan kehilangan tadi, sebagai bukti pemenuhan syarat pengurusan.

6) Bawa & urus berkas tadi ke Kantor SAMSAT untuk diproses penerbitan duplikat STNK.

B. STNK hilang, tapi BPKB masih ada di tangan.

Langkah-langkah pengurusannya sama saja dengan atas, namun abaikan saja poin 1.

Namun, jika Anda merasa ribet dengan sistem & mekanisme pengurusannya, ataupun karena terlalu sibuk, maka bisa meminta bantuan jasa kepada pihak lain (terima beres). namun imbasnya, biaya pengurusan akan menjadi lebih bengkak.

Demikian, semoga bermanfaat dan menginsfirasi.

Advertisements