Z. E. Alfian: Kunci Meraih Kebahagiaan Hidup

Untuk diingat, lebih dari 2/3 bagian dari keseluruhan al-Qur’an memuat tentang aturan hubungan antar-insani (hablum minannaas).

Namun, seiring berjalannya lembaran kehidupan, berbagai masalah pun muncul sebagai akibat karena beragamnya sikap, pengetahuan dan kepentingan setiap orang.
Di saat kita menemukan adanya suatu titik kesamaan, baik dalam latar belakang, kondisi yang menyertai, hingga kepentingan dan tujuan yang ingin diraih. Tidak menutup kemungkinan pada akhirnya akan terjalin adanya bentuk hubungan saling menguntungkan yang dikenal sebagai Kerjasama.

Tetapi, manakala adanya sejumlah hal mulai dari latar belakang, tujuan hingga kepentingan yang berbeda, maka sangatlah besar kemungkinan akan timbulnya persaingan, perselisihan bahkan permusuhan.

Ya, itu adalah realita yang senantiasa muncul dalam interaksi kehidupan.

Tetapi, pada dasarnya, ada hal yang secara universal menjadi kejaran setiap orang. Hal dimaksud tiada lain adalah KEBAHAGIAN HIDUP.

Seorang tokoh di bidang pendidikan dalam sambutannya ketika menghadiri acara Sillaturahmi keluarga besar PGRI di sebuah Kecamatan, mengatakan:

“Ada 2 hal yang harus kita lupakan agar bisa menikmati kebahagian hidup, yaitu:
Pertama, Kesalahan orang lain kepada kita, dengan cara memaafkannya. Kedua, Kebaikan kita kepada orang lain.

Serta ada 2 hal yang senantiasa harus diingat, yaitu:
Pertama, Kebaikan orang lain terhadap kita.
Kedua, Kekhilafan atau dosa kita kepada orang lain.

Namun, ada hal yang jauh lebih mendasar dibanding 4 hal tersebut, yaitu Pandailah kita untuk selalu bersyukur kepada Alloh SWT. Hanya dengan bersyukurlah, kita akan sentiasa tabah, kuat dan sabar ketika dalam kondisi yang serba sulit, dengan tanpa putus asa!
Dengan bersyukur pula, kita akan selalu dapat mengendalikan diri ketika berada dalam kondisi serba menyenangkan, menggembirakan. Agar hidup kita tidak terlena!….”

(to be continued)

Advertisements