Air Mata Seorang Siswi dan Potongan-potongan Roti

Merazia tas dan barang bawaan siswa adalah hal yang lazim dilakukan di sekolah. Banyak hal positif yang diharap akan diperoleh sebagai manfaat dari kegiatan tersebut, seperti: mencegah dan menindak siswa dari membawa benda-benda terlarang serta berbahaya. Narkoba dan peralatan untuk tawuran, bahkan konten fornografi dalam gadget yang mereka bawa pun kadang terjaring.

Sepenggal cerita berikut ini akan mengisahkan hal yang begitu menyentuh hati terkait kegiatan razia di lingkungan sekolah.

– – – – – – – – – – – – – – – –

Di suatu sekolah, tengah mengadakan razia rutin. Tiap tas siswa diperiksa oleh Tim yang terdiri para guru dan dipimpim langsung oleh Kepala Sekolah. Setelah beberapa kelas selesai diperiksa, tibalah giliran kelas terakhir.

Setiap siswa diperintahkan menyerahkan tas dan barang bawaannya untuk diperiksa. Tibalah giliran seorang siswi untuk diperiksa. Tetapi, walaupun telah beberapa kali diminta menyerahkan tasnya, bukannya dia menurut, malah ia dekap semakin erat sampai terjadi tarik menarik antara Tim Petugas Razia dengan siswa tersebut.

Melihat kejadian ini, sontak suasana kelas pun menjadi tegang. Padahal siswi tersebut dikenal ramah dan berprestasi. Akhirnya, Kepala Sekolah pun berinisiatif memerintahkan Tim untuk membawa sang siswi ke ruang kerjanya untuk diperiksa. Kegiatan razia pun diteruskan kepada siswa lain hingga tuntas.

Sesampainya di ruang pemeriksaan, siswi tadi diminta menyerahkan tasnya untuk diperiksa. Lalu, dengan tangan gemetar, ia pun menyerahkannya.

Saat diperiksa, tak ada sesuatu yang aneh didapati dalam tas siswi tersebut. Lazimnya peralatan anak sekolah, seperti alat tulis dan buku-buku yang ia bawa. Tetapi, hal aneh pun kemudian ditemukan. Petugas mendapati ada beberapa potongan roti seperti sisa yang sengaja dibuang karena tidak habis dimakan. Lalu, petugas pun menanyai siswi atas hal tersebut.

Akhirnya, dengan berlinang air mata, sang siswi pun berbicara. Ia katakan, bahwa dengan potongan-potongan roti tersebutlah ia dapat bertahan untuk tetap sekolah dan memberi makan keluarganya di rumah. Potongan-potongan roti tersebut sengaja ia pungut yang tiada lain merupakan sisa jajanan dari teman-teman sekolahnya yang tidak dihabis dimakan dan dibuang begitu saja. Lalu, tanpa sepengetahuan teman-temannya, ia pungut potongan roti tersebut, ia kumpulkan dan membawa ke rumah. Dari potongan roti sisa tersebut ia makan untuk sarapan sebelum berangkat sekolah, juga untuk makan keluarganya.

Karena alasan itulah, saat dilakukan razia tadi, ia bersikukuh mempertahankan tasnya. Ia tak mau rahasianya terbongkar dan dipermalukan di depan teman-temannya. Karena ia ingin tetap bersekolah, sedangkan himpitan ekonomi tengah mendera keluarganya.

Demi mendengar penuturan sang siswi, seketika suasana pun menjadi hening. Betapa tercengangnya. Semua yang hadir di ruang pemeriksaan tak ada yang bisa berkata. Semua bisu…

– – – – – – – – – – – – – – – –

Adakah hikmah yang bisa kita petik dari kisah di atas?

Demikian semoga bermanfaat.

*) Sumber: vivanews.com

Advertisements