Aduh! Gara-gara e-mail, Saya Ditegur Atasan

download

Di balik semua kejadian, pasti ada hikmah yang bisa dipetik sebagai pelajaran. Mungkin itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan atas peristiwa yang saya alami ini.

Cerita ini bermula ketika adanya undangan Pelatihan BOS 2015 untuk para Kepala Sekolah dan Bendahara yang ada di beberapa kecamatan sekitar tempat saya bekerja. Adapun Pelatihan tersebut diselenggarakan oleh Tim dari Disdik Kabupaten dan dilaksanakan pada Senin, 9 Maret 2015 lalu serta bertempat di kecamatan tetangga kami.

Dikarenakan saya selalu ditugaskan oleh atasan untuk menyusun Laporan Keuangan (SPJ BOS) di setiap penghujung Triwulan, maka sangat saya menantikan akan informasi dan penjelasan rinci dari hasil Pelatihan tersebut, selain sejumlah penjelasan yang diperoleh dari Juknis BOS 2015 yang telah di-download serta dipelajari. Hal ini dimaksudkan agar saya memiliki waktu lebih untuk mempelajari segala sesuatunya yang berkaitan dengan Penyusunan SPJ dimaksud. Apalagi ini adalah Triwulan I yang merupakan awal Tahun Anggaran.

Mengapa demikian? Karena jika pada tahun-tahun sebelumnya, penyusunan Laporan SPJ dikerjakan oleh saya bersama 2 rekan lain. Artinya, dikerjakan oleh tiga orang. Dengan pembagian tugas: 1 orang pembuat Rekap Belanja/Pengeluaran, BKU dan LKKB, 1 orang lagi menyiapkan susunan Bukti Fisik dan Format-format, serta 1 orang terakhir yang mengisi Bukti Fisik tersebut. Adapun untuk sekarang, harus dikerjakan hanya oleh saya sendiri, yang tentunya dengan arahan serta bimbingan dari Atasan dan Bendahara.

Kembali ke awal pembahasan sebagaimana pada judul tulisan.
Sehari sebelum pelaksanaan Pelatihan, saya telah menghubungi baik kepada Atasan maupun Bendahara. Saya katakan, bahwa saya sangat menanti informasi dan penjelasan rinci dari hasil Pelatihan. Terutama mengenai hal berikut:

(1) Kuota Maksimal untuk Belanja Pegawai.
Jika pada tahun sebelumnya, kuota maksimal untuk Belanja Pegawai adalah sebesar 20% (dua puluh persen) dari total dana yang diterima. Adapun untuk Tahun Anggaran 2015 ini, apakah ada perubahan atau tetap? Jika ada perubahan, mohon detailnya.

(2) Jumlah dan Jenis Belanja pada laporan SPJ.
Jika Tahun Anggaran sebelumnya, terdiri dari 2 jenis belanja, yaitu: Belanja Pegawai & Belanja Barang dan Jasa. Untuk Tahun Anggaran 2015 ini, apakah ada perubahan atau tidak? Mohon detailnya.

Kemudian, esok harinya saya menemui Bendahara di ruang kelasnya dengan maksud menanyakan informasi hasil dari Pelatihan hari kemarin. Entah mungkin karena beliau tengah sangat sibuk mempersiapkan untuk pelaksanaan Try Out US/M Kelas VI (Bendahara juga sebagai Wali Kelas VI) atau entah mungkin karena hal lain. Maka, saat saya tanyakan beliau menjawab bahwa Buku Agenda Notula Rapatnya tidak dibawa ke sekolah, tertinggal di rumah.

Adapun Atasan saya, beliau tengah begitu sibuk karena menjadi Panitia kegiatan Seleksi Atlet O2SN/Porsivitas bidang Olahraga di tingkat kecamatan. Dengan kesibukannya dalam persiapan & pelaksanaan kegiatan tersebut beliau belum bisa menyampaikan informasi hasil dari Pelatihan. Tetapi, pada sore hari setelah bubarnya Pelatihan, via SMS saya diminta oleh Atasan untuk mendownload Juknis BOS 2015, yang sebenarnya telah didownload serta dipelajari bersama Operator Sekolah (Dapodik).

Karena saya tidak mendapat informasi sebagaimana yang diharapkan, maka diputuskan untuk mengirim e-mail konsultasi kepada Manajer BOS Disdik Kabupaten yang isinya seperti yang saya tanyakan kepada Atasan dan Bendahara pada tempo hari sebelumnya.

Akhirnya, sehari kemudian atasan saya mendapat telepon dari Disdik Kabupaten terkait e-mail yang saya kirimkan.
Berdasarkan penuturan Atasan, pihak Disdik merespon dan menyambut baik atas e-mail konsultasi tadi, bahkan bersedia
menjelaskan kembali materi pelatihan yang telah diberikan, jika memang kedua poin yang dikonsultasikan dalam e-mail lupa
tidak tersampaikan oleh Tim Pemateri. Namun, Atasan memberikan penjelasan asal mula e-mail tersebut dan meminta maaf kepada Tim Pemateri dari Disdik, serta kemudian saya pun mendapat telepon dari Atasan terkait konfirmasinya kepada Disdik.

Sebagai evaluasi akhir, saya pun menyadari bahwa tindakan ini jelas tidaklah sesuai dengan keharusan. Ada sejumlah tata cara yang mesti dilalui jika ingin menyampaikan konsultasi, terutama kepada pihak yang levelnya berada di atas Atasan kita. Kepada Bapak Kepala dan Bendahara, serta pihak lain saya sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas hal ini. Kejadian ini akan saya catat dan saya jadikan sebagai pembelajaran berharga.

Terima kasih kepada rekan-rekan pembaca yang telah setia membaca curhatan saya ini. Semoga kiranya dapat memberi manfaat.

Penulis:

Acep Sopiyulloh

Advertisements