Ingin Ajukan Kredit ke Bank? Agar Tidak Terjebak, Kenali Dulu Anuitasnya!

Artikel ini saya tulis karena terinsfirasi dari pengalaman sahabat saya yang memiliki kredit pinjaman ke bank dan menutupnya sekaligus untuk beberapa kali sisa angsuran.

– – – – – – – – – – – – – – – – –

Beberapa hari lalu, sahabat saya bermaksud untuk menutup angsuran kreditnya ke bank (BPR), di mana ia akan menutupnya dengan membayar lunas sekaligus 6 kali sisa dari total 18 kali angsuran. Dengan tujuan akan mengajukan kembali kredit dengan jumlah yang lebih besar dari kredit sebelumnya atau yang sekarang mau ia tutup.

Sebagai gambaran, saat dulu mengajukan kredit ia menggunakan 2 buah BPKB sepeda motor atas nama ia sendiri dan adiknya sebagai agunan/jaminan. Total kredit yang di-ACC adalah sejumlah Rp10.100.000,00 (Sepuluh Juta Seratus Ribu Rupiah) dengan masa angsuran selama 18 kali sistem bulanan. Adapun untuk biaya administrasi adalah sebesar Rp 300.000,00 (Tiga Ratus Ribu Rupiah) per unit BPKB sehingga total menjadi Rp 600.000,00 (Enam Ratus Ribu Rupiah) dan dibayar saat pencairan kredit.

Adapun untuk sistem pembayaran angsuran, ia menggunakan Auto Debt dari rekening tabungan BRI, dengan jumlah total angsuran (pokok dan bunga) per bulannya sebesar Rp 811.600,- (Delapan Ratus Sebelas Ribu Enam Ratus Rupiah).

Jadi, jika dibuat hitungan mentah, akan diperoleh data sebagai berikut:

a) Nominal Kredit: Rp 10.100.000,00

b) Biaya Administrasi: Rp 600.000,00

c) Total Angsuran hingga lunas: 18 x Rp 811.600,00
= Rp 14.608.800,00

d) Selisih: Rp 14.608.800,00 – Rp 10.100.000,00
= Rp 4.508.800,00

e) Persentase Bunga: Rp 4.508.800,00 : Rp 10.100.000,00 x 100
= 44,64% per 18 bulan atau 2,48% per bulan.

Setelah melakukan hitungan mengenai estimasi jumlah total pokok dan bunga yang harus dibayar untuk penutupan tersebut, akhirnya ia memantapkan niatnya tadi.

Adapun berdasarkan konsultasi ke pihak bank, untuk menutup 6 kali sisa cicilan dapat diambil dengan cara dipotong dari nominal kredit yang akan cair kemudian. Artinya, ia tidak perlu mengeluarkan uang terlebih dahulu untuk melunasi kredit, tapi bisa diambil dari pencairan kredit yang akan nanti, tentunya dengan konsekuensi jumlah pinjaman yang akan diterima saat pencairan akan dikurangi sesuai jumlah total penutupan tadi.

Ada hal yang cukup mencengankan baginya! Karena ternyata hitungan mentah yang telah ia buat adalah keliru. Sebagai orang awam, ia menghitungnya dengan sistem berikut:

a) Pokok Cicilan per bulan: Rp 10.100.000,00 : 18 kali angsuran
= Rp 561.111,00

b) Total Pokok Pelunasan: 6 x Rp 561.111,00
= Rp 3.366.667,00

c) Bunga Pelunasan: 3% x Total Sisa Pokok
= 3% x Rp 3.366.667,00
Rp 101.000,00

d) Total Pelunasan: Pokok + Bunga
= Rp 3.366.667,00 + Rp 101.000,00
= Rp 3.467.667,00

Tetapi, ternyata keliru! Mekanisme hitungan Anuitas kredit perbankan tidaklah sama seperti apa yang sahabat saya kira tadi.

Sebagai ilustrasi, berdasar penuturan sahabatku tadi akan saya sajikan contoh angsuran mengenai anuitas kredit bank:

| Angsuran ke | Pokok | Bunga | Jumlah |

| 1 | 395.834 | 359.500 | 755.334 |

| 2 | 410.834 | 344.500 | 755.334 |

| 3 | 430.834 | 324.500 | 755.334 |

| 4 | 450.834 | 304.500 | 755.334 |

| 5 | 470.834 | 284.500 | 755.334 |

| 6 | 490.834 | 264.500 | 755.334 |

| 7 | 510.834 | 244.500 | 755.334 |

| 8 | 530.834 | 224.500 | 755.334 |

| 9 | 550.834 | 204.500 | 755.334 |

| 10 | 570.834 | 184.500 | 755.334 |

| 11 | 590.834 | 164.500 | 755.334 |

| 12 | 610.834 | 144.500 | 755.334 |

| 13 | 630.834 | 124.500 | 755.334 |

| 14 | 650.834 | 104.500 | 755.334 |

| 15 | 670.834 | 84.500 | 755.334 |

| 16 | 690.834 | 64.500 | 755.334 |

| 17 | 710.834 | 44.500 | 755.334 |

| 18 | 730.834 | 24.500 | 755.334 |

Rekapitulasi:

a) Pokok Kredit: Rp 10.100.000,00

b) Total Bunga: Rp 3.496.000,00

c) Persentase Bunga: 34,61% per 18 bulan atau 1,92% per bulan.

d) Sistem Bunga: Menurun.

KESIMPULAN:

Sistem Anuitas pada Angsuran Kredit Bank (kecuali BJB) adalah Grafik Terbalik antara nominal Angsuran Pokok dengan Angsuran Bunga. Dalam arti, untuk Angsuran Pokok dimulai dari nominal kecil menuju nominal lebih besar, untuk Angsuran Bunga dimulai dari nominal besar menuju nominal lebih kecil.

Jadi, bagi nasabah yang mau menutup beberapa kali sisa angsuran sekaligus dengan tujuan supaya bisa mengajukan kredit baru selanjutnya, adalah menutup Angsuran Pokok yang jumlah per bulannya lebih besar dibanding angsuran yang telah terbayar sebelumnya.

Demikian tulisan ini, semoga bermanfaat dan memberi insfirasi.

Advertisements