Saat Kena Tilang Polantas, Mintalah SLIP BIRU!


sumber gambar: Google.com

Sebelumnya, artikel ini saya tulis karena terinsfirasi adanya kegiatan Rajia Polantas pada hari kemarin, Sabtu, 10/5/2014 di jalan raya Salopa tepatnya sekitar 2 km sebelum MAN Salopa (Talegong).
Tumben! Biasanya rajia polantas tidak sampai sani. Paling sekitar daerah sebelum Petir, Papayan.
Ya… What ever, bagi kawan-kawan yang akan melewati jalur sana diharap hati-hati saja. Gunakan standar berkendara yang aman dan standar! Hal ini tiada lain demi keamanan kita saat berkendara juga demi tertibnya lalu-lintas. OKE?

Kembali ke pokok bahasan seperti pada judul artikel ini, yaitu Tilang Polantas.

Tidak bisa dipungkiri, mungkin diantara Anda pembaca sekalian, pernah mengalami kena tilang polantas ketika tengah berkendara. Entah itu berkendara dengan sepeda motor maupun mobil.

Untuk diingat! Bahwa jika Anda terkena tilang polantas, janganlah panik! Santai saja, yang penting tetap hadapi dengan tenang.
Biasanya, sebagian orang yang ditilang polantas akan menempuh 2 cara, yaitu:

Pertama, pilih “jalan damai” saja. Ini dilakukan dengan membayar sejumlah “uang damai” kepada oknum polantas di TKP.
Kemanakah kemudian larinya uang tersebut? Entahlah! Hanya yang di atas yang tahu. Hehe… *_*

Kedua, Anda akan diberi Surat Tilang (Slip berwarna merah). Artinya, dokumen yang Anda serahkan kepada polisi (SIM atau STNK) akan ditahan, dan Anda diwajibkan untuk mengikuti sidang agar kemudian Anda dapat mengambil dokumen tadi sesuai jadwal sidang yang tertera pada Surat Tilang tersebut.

Ada 2 jenis proses sidang tilang polantas, yaitu sidang pada saat itu juga di TKP atau sidang di Pengadilan Negeri (terjadwal beberapa hari kemudian setelahnya ditilang).

Adapun hal mendasar yang membedakan antara 2 jenis penyelesaian proses tilang polantas ini adalah:

Jika Anda memilih membayar “uang damai” di TKP, uang tersebut tidak akan memberikan arti sedikit pun bagi proses tertibnya sistem lalu-lintas. Mengapa? Karena uang tersebut bersifat “hantu” dan suka menghantui, katanya!
Tetapi, jika memilih sidang, maka Anda wajib membayar uang tilang sebagai denda, dan pastinya uang tersebut akan masuk ke Kas Negara bukan masuk ke kantong-kantong yang gak jelas!

Sebenarnya, ada cara yang lebih cepat yang bisa dipilih jika Anda terkena tilang polantas (selain jalan damai dong tentunya!). Cara tersebut adalah dengan meminta SLIP BIRU kepada polantas yang menilang tadi.

Mengapa pilih SLIP BIRU? Apakah maksud Slip Biru tersebut?

Untuk diketahui, ada 2 jenis slip dalam tilang polantas, yaitu SLIP MERAH dan SLIP BIRU.

A. Slip Merah
Slip ini mengartikan bahwa Anda “tidak mengakui” bahwa Anda telah melanggar aturan lalu lintas. Artinya, Anda akan “membela diri” saat proses sidang. Tapi, ujungnya tetap saja Anda wajib membayar uang denda. Hanya saja uang tersebut masuk Kas Negara.

B. Slip Biru
Slip ini mengartikan bahwa Anda telah mengakui, telah melanggar aturan lalu lintas dan siap menerima sanksi dengan membayar uang denda pada SAAT ITU JUGA, melalui transfer sejumlah uang sesuai jenis pelanggaran yang Anda lakukan ke rekening Kas Negara seperti tercantum di Slip tersebut. Cara membayarnya bisa via transfer ATM atau transfer teller bank.
Jika telah melakukan transfer, maka lampirkanlah Slip Transfer tersebut lalu serahkan kepada polantas bersama Slip Biru tadi. Nah, baru dokumen Anda yang ditahan bisa diambil kembali SAAT ITU JUGA.

Sebagai tambahan, denda pada Slip Biru (biasanya) tidak melebihi dari Rp50 rb.

Sekarang, Anda pilih cara mana?

Demikian semoga bermanfaat dan menginsfirasi.

http://twitter.com/@azmy_5/

Advertisements