Potensi Kantin Pontren

“PENGEMBANGAN ENTERPRENEURSHIP KANTIN DI LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN DALAM UPAYA PEMBERDAYAAN POTENSI EKONOMI”

Oleh: Acep Sopiyulloh

KALIMAT KUNCI:

1. Potensi Internal Warga Pondok Pesantren (Santri, Dewan Pengajar, dll.)

2. Potensi Eksternal Pondok Pesantren (Ikatan Alumni Santri, Himpunan Orangtua Santri, Masyarakat sekitar, dll.)

3. Monopoli Penjualan di Lingkungan Internal Pondok Pesantren.

4. Mekanisme Permodalan

5. Mekanisme Pengelolaan (Managerial) 6. Mekanisme Berbagi Beban & Hasil Usaha

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

PEMBUKAAN

Pendidikan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh orang dewasa kepada anak didiknya dengan menggunakan segenap sumber daya guna mencapai tujuan yang diharapkan. Proses pendidikan dapat terselengara melalui lembaga pendidikan informal, formal dan nonformal.

Pondok Pesantren adalah salah satu diantara sekian jenis lembaga pendidikan yang dikategorikan sebagai lembaga pendidikan nonformal. Proses pendidikan yang diselenggarakan pada Pondok Pesantren bertujuan utama untuk mencetak generasi islami yang dibekali dengan berbagai pengetahuan dan keterampilan ilmu-ilmu agama.

Seiring perkembangannya, Pondok Pesantren kini hadir dengan berbagai kategori. Kategori dimaksud antara lain berupa munculnya sebutan seperti Pondok Pesantren Salafiah, Pondok Pesantren OSIS, Pondok Pesantren 2 Tax, dll. Semua itu adalah fenomena yang muncul di masyarakat sekedar pengistilahan semata, yang tentunya didasarkan atas karakteristik Pondok Pesantren yang mereka temukan. Sebuah Pondok Pesantren dikategorikan sebagai Pondok Pesantren Salafiah, jika keseluruhan santri/pelajarnya hanya bermesantren tanpa bersekolah di lembaga-lembaga pendidikan formal (SD/MI, SMP/MTs, SMU/MA, dan Perguruan Tinggi). Juga, sebuah Pondok Pesantren dikategorikan sebagai Pondok Pesantren OSIS, jika sebagian atau bahkan keseluruhan dari Santri/Pelajarnya selain mengaji di Pesantren juga bersekolah di lembaga-lembaga pendidikan formal. Semua pengkategorian tersebut sangatlah wajar dan berdasar.

Adapun hal yang akan Penulis ulas pada kesempatan ini adalah Potensi Ekonomi di lingkungan Pondok Pesantren yang sangat memungkinkan untuk dapat dibina dan dikembangkan guna proses pengembangan enterpreneurship Pondok Pesantren, baik internal maupun eksternal.

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Pengembangan Potensi Kantin Pondok Pesantren Kantin, adalah salah satu komponen penunjang kegiatan Pondok Pesantren di sektor ekonomi. Kehadiran kantin memungkinkan dapat memperlancar kegiatan perekonomian terutama dalam pemenuhan barang-barang konsumsi.

Ada 4 poin utama yang akan Penulis ulas pada kesempatan ini. Yaitu:

1) Mekanisme Permodalan Kantin Pondok Pesantren;

2) Mekanisme Pengelolaan Kantin Pondok Pesantren;

3) Monopoli Penjualan Kantin; dan

4) Mekanisme Bagi Hasil Usaha (Laba-Rugi).

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

1) Mekanisme Permodalan Kantin Pondok Pesantren

Menurut hemat Penulis, akan lebih efektif jika sumber permodalan Kantin Pondok Pesantren adalah dengan cara membuka Keanggotaan Kantin dengan melibatkan pihak-pihak berikut sebagai sumber modal:

a. Santri/Pelajar

b. Dewan Pengajar/Ustadz Pondok Pesantren

c. Para Karyawan Teknik Pesantren (missal: Juru Masak, Petugas Kebersihan, dll.)

d. Para Alumni Pondok Pesantren

e. Masyarakat & simpatisan di sekitar Pondok Pesantren.

Keanggotaan Kantin dimaksud adalah membuka Pedaftaran Anggota supaya mereka berpartisipasi dalam permodalan Kantin tersebut dalam bentuk TABUNGAN ANGGOTA. Bisa saja diterapkan sistem Simpanan Pokok, Simpanan Wajib, dan Simpanan Manasuka seperti halnya pada sistem Koperasi.

Selain membuka Pendaftaran Keanggotaan, Kantin juga menerima MODAL HIBAH/BANTUAN maupun INVESTASI dari berbagai pihak yang mekanismenya dapat diatur lebih lanjut melalui Rapat Anggota atau Rapat Pengurus. Sehingga baik Anggota maupun investor mempunyai peranan dalam Sumber Permodalan.

2) Mekanisme Pengelolaan Kantin Pondok Pesantren

Dalam pengelolaan kantin, sebagai langkah awal adalah membuat Susunan Pengelola/Pengurus. Dimana Pengurus tersebut dipimpin oleh sesorang yang telah ahli dalam manajemen keuangan. Seseorang tersebut dapat berasal dari internal Pondok Pesantren, maupun dari eksternal Pondok Pesantren. Hal lain juga, dikarenakan Pondok Pesantren berperan dalam proses pembinaan dan regenerasi umat, maka dari Santri/Pelajar Pondok Pesantren tersebut haruslah ada yang dibina dengan cara dijadikan bagian dari Susunan Pengelola Kantin. Artinya, dalam pengelolaan Kantin Pondok Pesantren, perwakilan Santri/Pelajar harus dilibatkan. Dengan tujuan sebagai sarana latihan dan belajar berwirausaha. Adapun siapa saja yang akan dilibatkan atau dijadikan sebagai Pengelola Kantin, dapat ditentukan melalui Musyawarah Anggota.

Biasanya, setiap Pondok Pesantren memiliki Agenda Rutin yang melibatkan Himpunan Alumnus, yaitu Acara Pertemuan & Halal Bil Halal Tahunan Alumnus. Maka alangkah tepatnya jika dalam acara tersebut selain menjadi sarana sillaturahmi dan melepas rindu (nostalgia) sebagai agenda utama, juga sekalian membahas Perkembangan dan Pelaporan Operasional atas Kantin Pondok Pesantren.

3) Monopoli Penjualan Kantin Pondok Pesantren

Mungkin terkesan ekstrim, jika dikatakan agar Sistem Penjualan Barang dan berbagai layanan yang dilakukan di Kantin Pondok Pesantren MEMONOPOLI. Adapun maksud Penulis di sini, adalah segenap Anggota Kantin berkomitmen bersama sebagai berikut:

“Selagi barang dan layanan yang dibutuhkan Anggota masih tercukupi dari Kantin, janganlah dulu Anggota membelinya dari luar Kantin”

Komitmen tersebut dapat muncul dengan alasan utama: dari-oleh-untuk Anggota. Nasib, eksistensi, dan untung-rugi kantin ditentukan oleh komitmen bersama Anggota akan Kantin tersebut.

4) Mekanisme Bagi Hasil Usaha (Laba-Rugi)

Setiap di akhir periode Tahun Buku, maka haruslah diadakan audit atas pengelolaan Kantin Pondok Pesantren. Dimana selanjutnya Pengurus wajib menyampaikan Laporan Pertanggungjawabannya atas kinerja kepengurusan mereka selama periode Tahun Buku yang telah berlalu.

Diantara bagian penting yang ditunggu oleh para Anggota Kantin Pondok Pesantren, tiada lain adalah Pembagian Hasil Laba-Rugi sebagai hasil akhir atas kegiatan usaha yang diselenggarakan bersama oleh Kantin.

Sebagai contoh, dalam mekanisme pengalokasiannya bisa saja menerapkan sistem seperti berikut:

a. untuk Anggota (% atas partisipasi Simpanan) : 50% (Lima Puluh Persen)

b. untuk Pengelola : 20% (Dua Puluh Persen)

c. untuk Dana Pengembangan Kantin (pembinaan & memperluas wilayah kerja) : 10% (Sepuluh Persen)

d. Partisipasi Pengembangan Pondok Pesantren : 17,5% (Tujuh Belas koma Lima Persen)

e. Dana Sosial/Zakat : 2,5% (Dua koma Lima Persen)

Melalui sistem ini, diharapkan para Santri/Pelajar setelah selesai masa belajarnya di Pondok Pesantren tersebut mereka juga akan mempunyai Tabungan yang dapat diambil, sebagai bekal untuk keperluan berikutnya. Hal lain juga tidak menutup kemungkinan, jika disepakati melalui Komitmen Himpunan Alumnus Pondok Pesantren, bagian hasil usaha (SHU) bagi para Alumnus yang telah masuk sebagai Anggota akan DIINFAQKAN untuk Dana Partisipasi Pengembangan Pondok Pesantren.

Demikian ulasan ini ditulis. Semoga bermanfaat. Dimohon respon, saran dan masukannya dari Kawan-kawan Pembaca sekalian.

Terima kasih. * * *

Advertisements

3 thoughts on “Potensi Kantin Pontren

  1. Gagasan yang cukup bagus!
    Andaikan ini dapat diterapkan di pesantren kami, Athoriyyah Cikatomas, mungkin akan memberikan peluang untuk sarana penerapan Gagasan ini.

    Like

  2. Sip!
    Gagasan bagus nih.
    Semoga di Pondok Pesantren kami juga (ATHORIYYAH-Kec. Cikatomas) dapat menggunakan sistem ini segera…

    Like

  3. Ada yg sdikit kurang tepat dlm pngertian Psantren Salafiah dan Psntren Osis.
    Mnurut Sy,
    yg dimaksud Pndok Psantren Salafiah itu bukan Santrix tdk brskolah d lmbga2 pndidkn formal. Tp TDK SAMBIL atw TDK SEDANG brskolah.
    Kalo yg dimaksud Pndok Psantren Osis atw yg notabene dsbut jg 2 tax itu jk sbagian atw kslruhan dr santrix tsb slain mngaji, juga SAMBIL BRSKOLAH.
    Cuma bdé dikit z sama yg diartikel tadi.
    Bgitu mnrut Sy. Trimx.

    Like

Comments are closed.